Kaulah yang terbaik.

Kadang air mata jatuh menetes membasahi pipiku, ketika teringat tentang dirimu
Tentang usahamu membuatku semangat menjalani hidup, Kaulah yang tak pernah lelah memberikan nasihat untukku, Menurutku kaulah ayah terbaik yang pernah ada.

Cucuran keringat yang keluar membasahi bajumu setiap hari adalah demi kami, demi kelangsungan hidup kami, demi kebahagiaan kami, demi membuat kami tertawa, tawa kami saja sudah cukup bagimu sebagi obat penghilang rasa lelah sehabis kaw bekerja, kami Anak dan Istrimu.

Ayah aku tak tahu bagaimana caranya untuk berterima kasih. Maafkan aku belum bisa membuatmu bahagia, tapi aku tahu dengan mendengar tawaku saja kaw sudah merasa sangat bahagia. Apalagi jika aku menjadi anak yang sukses, serta berada di jalan kebenaran.  Pasti kebahagiaanmu sudah lebih lengkap lagi.

Ayah saat ini aku sedang berusaha untuk berhijrah di jalan Allah. Aku ingin membicarakannya kepadamu tapi rasanya aku malu, aku merasa seperti belum siap, pendirianku masih belum tetap.  Andai Aku bisa bercerita kepadamu layaknya seorang teman. Aku sangat menginginkannya. Cuma aku malu dan aku tak tahu bagaimana berbincang-bincang denganmu. Namun biarlah waktu yang akan menjawab hijrahku. Ridhoi aku Ibu/Ayah, Insya Allah, Allah pasti akan selalu bersamku dan meridhoiku jua.

Komentar